Kamis, 13 Februari 2014

Pusat Sarana Kominukasi Iklim


 
Guna menjembatani komunikasi antara pengurus Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), dibangun Pusat Sarana Komunikasi Iklim (PSKI) di Desa Buntoi, Kahayan Hilir. Pembangunan fasilitas itu  diprakarsai enam lembaga internasional diantaranya Norwegian Embassy, Unorcid, Unops, Unesco, UNDP dan United Nations Information Centre Jakarta.

“Fasilitas ada internet, komputer, panel solar tenaga surya bertegangan 100 ribu watt.  Asrama, dapur dan aula terbuka juga disiapkan. Desain sangat ramah lingkungan,” kata Tambang, Ketua Desa Buntoi.

Dia mengatakan, di kompleks itu akan ada beberapa kegiatan berkaitan pengelolaan hutan desa. Pelatihan untuk pemberdayaan masyarakat juga dirancang masing-masing LPHD dan berpusat di sini. Fasilitas ini dari tanah hibah masyarakat.

“Ini nanti akan jadi sekretariat bersama agar memudahkan koordinasi. Fungsi sebagai tempat pendidikan, pelatihan kelestarian alam. Keterampilan dan pemberdayaan masyrakat. Potensi sumber daya alam yang belum terangkat, kita maksimalkan. Tentu dengan cara kearifan lokal.”

Mengenai keberadaan kebun sawit di Kelurahan Kelawa, katanya, seluruh pengurus LPHD di tiga desa dan satu kelurahan mendukung penolakan. Masyarakat di tiga desa hidup sehari-hari tergantung dari hasil hutan. Dia khawatir,  kebun sawit mengganggu perkebunan warga dan hutan desa.

“Masa sekarang kami berjuang agar hutan kembali lestari tiba-tiba ada sawit? Bukan antipati terhadap sawit, tapi mereka harus tahu diri. Sawit boleh, asal dikendalikan. Jangan di wilayah kami,” kata Tambang.

Menurut dia, masyarakat sekitar Desa Buntoi sudah tidak menebang pohon sejak 30 tahun terakhir. Dulu, kawasan itu bekas HPH dan program sejuta hektar lahan gambut dengan lahan rusak. Kini berangsur-angsur masyarakat secara swadaya memperbaiki lahan kritis itu.

“Harapan  kami dengan hutan desa ini, kelestarian alam yang sudah hampir hancur bisa dijaga kembali. Fungsi kawasan hutan bisa dikembalikan.”



source : mongabay

Tidak ada komentar:

Posting Komentar